Garis Besar Program ICMI Jabar

Garis Besar Program Kerja Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) merupakan acuan dalam pengembangan program dan rencana kerja yang berisi gambaran justifikasi kebutuhan program dan muatan analisis lingkungan strategis menurut pisau analisis visi dan misi organisasi serta tujuan dan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Penyusunan Garis Besar Program ini selain dengan  menyerap berbagai permasalahan yang timbul ditengah-tengah masyarakat, juga mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang merupakan pelaksanaan perjuangan dan cita-cita bangsa dalam rangka memperkokoh Ketahanan Nasional di segala bidang kehidupan,seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 antara lain “melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanaan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.“ Dalam pelaksanaannya, Pembangunan Nasional mengacu pada dasar negara, dan pokok-pokok penuntun yang diamanatkan UUD dan peraturan perundangan-undangan lainnya, diikuti oleh sikap responsif terhadap dinamika perkembangan bangsa dan semesta. 

    

                                Pembangunan Nasional yang telah berjalan selama lebih dari sepuluh tahun masa reformasi ini meskipun telah mencapai kemajuan dalam berbagai segi kehidupan, namun hasil yang dicapai tersebut harus dibayar dengan biaya sosial dan lingkungan yang sangat mahal. Masih terjadi konflik horisontal atau konflik vertikal, pelanggaran HAM masih kerap terjadi, demokrasi dan partisipasi rakyat sekedar slogan karena manipulasi elit politik, supremasi hukum dan aparat hukum runtuh, moralitas bangsa pudar, kekayaan alam terus terkuras, keragaman hayati musnah, kesejangan antar sektor, antar wilayah, antar golongan, antar pulau, antara pelaku bisnis, politik kian menganga, menumbuhkan kecemburuan sosial, budaya kekerasan, dan fragmentasi sosial. Semuanya mengakibatkan lemahnya ketahanan nasional Indonesia, sehingga disaat transisi masih berlangsung dan belum memiliki landasan yang kuat, maka jika kembali terjadi krisis pada salah sektor pembangunan dengan mudah menjalar ke sektor-sektor lainnya tanpa daya tangkal yang berarti.  

    

                                Reformasi yang digulirkan sejak tahun 1998 seharusnya mendatangkan perbaikan-perbaikan fundamental.Reformasi mengharuskan pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis.Ini berarti masyarakat memiliki hak untuk ikut mengawasi jalannya kehidupan sosial-ekonomi dan politik sehari-hari yang dijamin oleh undang-undang.Reformasi semestinya berbuah perbaikan tingkat kesejahteraan secara konkrit, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar rakyat Indonesia. Namun sampai kini, terjadi penurunaan kembali taraf ekonomi dan kesejahteraan rakyat, timbulnya goncangan sosial-politik yang mengancam keutuhan bangsa, pudarnya kredibilitas penyelenggaraan negara,serta melemahnya kepercayaan dunia internasional. Pembangunan tidak didukung oleh supremasi hukum, etika dan moral yang kuat dari penyelenggara negara, serta tidak didukung oleh partisipasi masyarakat luas.

    

                                Dua puluh lima tahun yang lalu tepatnya pada hari Kamis tanggal 7 Desember 1990, ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) didirikan oleh para cendekiawan Muslim yang berkumpul untuk mengikuti simposium dengan tema ’’Membangun Masyarakat Indonesia Abad XXI“ di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Pada saat itu para cendekiawan Muslim memutuskan pembentukan wadah sebuah organisasi yang namanya ICMI, yang sejak awal kelahirannya ICMI banyak mendapatkan pujian dan sanjungan dan ditempa pula oleh berbagai kritikan, tuduhan, pro kontra yang datang dari berbagai unsur masyarakat Indonesia. Selama dua puluh empat tahun ICMI berkiprah dan berjuang membela kepentingan umat Islam. ICMI telah berperan dalam membangkitkan dan mengejar ketertinggalan umat Islam di Indonesia dari berbagai bidang kehidupan. ICMI menjadi simbol perkembangan dan kemajuan gelombang peruubahan umat Islam Indonesia.Kegiatan umat Islam yang semula selalu dicurigai dan diwaspadai, tidak lagi dipandang negatif oleh Pemerintah, bahkan umat Islam dijadikan mitra Pemerintah dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan dan pembangunan nasional.

 

                                Sejak awal didirikan, terdapat minimal tujuh sumbangan positif yang telah dapat dipersembahkan ICMI kepada umat Islam dan bangsa Indonesia, yakni: 

  1. ICMI telah membuktikan keberpihakan kepada umat Islam dan bangsa Indonesia
  2. ICMI telah menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran beragama baik di kalangan pemerintahan, birokrat, pejabat maupun di kalangan pengusaha
  3. ICMI mampu menampung dan memperjuangkan aspirasi dan potensi umat Islam untuk meraih masa depan yang lebih baik.
  4. ICMI mampu meredam kecenderungan sektarianistik yang selama ini dikhawatirkan oleh beberapa kalangan masyarakat.
  5. ICMI dapat mengangkat citra dan derajat umat Islam dari ketertinggalan di berbagai bidang kehidupan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
  6. ICMI telah memenuhi sebagian harapan umat Islam Indonesia.
  7. Berbagai program dan kegiatan ICMI telah dapat menjadi penyejuk umat Islam Indonesia.

     

                                Namun demikian masih banyak masalah-masalah besar kehidupan berbangsa dan bernegara yang belum tersentuh oleh ICMI, antara lain masalah kemaslahatan yang menyangkut umat Islam Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan serta masalah kualitas pendidikan Indonesia.

                

Secara umum ICMI masih belum mampu memperjuangkan masalah sebagian besar umat Islam terutama mereka yang hidup di daerah terpencil, pedesaan, dan daerah tertinggal. ICMI menyadari berbagai kekurangan ini karena memang perjalanan yang sedang ditempuh oleh ICMI merupakan suatu ’long-march“ perjuangan umat Islam Indonesia. Akan tetapi ICMI meyakini bahwa langkah yang selama ini diambil sudah merupakan langkah yang benar, ibarat perjalanan ribuan mil yang akan ditentukan oleh langkah pertama (a journey of thousand miles begins with the first step), yakni dengan memegang teguh wawasan pengabdian ICMI yang dikenal dengan Program 5-K. 

 

                                Program pengembangan 5-K yang meliputi (1) kualitas iman,dan taqwa, (2) kualitas pikir, (3) kualitas karya, (4) kualitas kerja dan (5) kualitas hidup bangsa Indonesia, seharusnya selalu dijadikan landasan strategis penyusunan kegiatan dan program kerja ICMI. Kualitas iman dan taqwa menyangkut pemahaman dan pengamalan ajaran Islam secara lengkap.Kualitas pikir berkaitan dengan potensi pikir individu yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Kualitas karya menyangkut peningkatan produktivitas, efisiensi dan etos kerja melalui metode-metode kerja yang sistematik serta kemampuan menghasilkan temuan-temuan baru yang berguna bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Kualitas kerja menyangkut kesempatan memperoleh pekerjaan. Kualitas hidup meliputi hak atas kehidupan yang layak khususnya yang menyangkut persoalan daya beli atas kebutuhan pokok termasuk kebutuhan akan kesehatan, gizi dan pendidikan dasar. 

 

                                Disamping itu sebagai wahana cendekiawan muslim, ICMI  memiliki pangkal pandangan dasar yang menyangkut tiga  dimensi yakni: ke-Islaman, ke- Indonesia-an, dan ke-cendekiawan-an. Sifat dasar ke-Islam-an memberikan landasan bagi pandangan-pandangan yang bersifat universal. Dimensi ke-Indonesia-an menyediakan lingkup penerjemahan pandangan ke-Islam-an yang universal dalam konteks ruang dan lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan ke-cendekiawan-an merupakan tumpuan amanat khusus yang diemban oleh ICMI agar peduli terhadap upaya perjuangan membangun masyarakat dan bangsa.

 

                                Atas dasar pemikiran yang diuraikan diatas, ICMI dalam Muktamar VI tahun 2015 menetapkan  Garis Besar Program ICMI periode 2015-2020 sebagaimana diuraikan pada bagian-bagian berkiut ini.  

 

 

B. MAKSUD DAN TUJUAN 

    

Program Kerja ICMI Tahun 2015-2020 adalah konsep dan pedoman umum kegiatan ICMI tahun 2015-2020. Disusun untuk memberikan arah dan kebijakasanaan bagi perjuangan seluruh potensi ICMI dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang merupakan organisai cenedkiawan muslim yang berorientasi pada pelaksanaan program-program kekaryaan dalam pemberdayaan umat yang didukung oleh pemikiran kecendekiawanan melalui penyiapan kader-kader bangsa di segala bidang kehidupan untuk mewujudkan 5-K, yaitu:

  1. Meningkatkan Kwalitas Berpikir
  2. Meningkatkan Kwalitas Bekerja
  3. Meningkatkan Kwalitas Berkarya
  4. Meningkatkan Kwalitas Iman dan Taqwa seimbang dengan penguasaan Kwalitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  5. Meningkatkan Kwalitas Hidup.