ICMI Jabar Gelar Seminar Lingkungan Hidup

ICMI Orwil Jawa Barat menggelar seminar lingkungan hidup dengan tema “Pengembangan Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Untuk Pemulihan Lingkungan”, di Gedung Madani Lt. 3  ICMI Orwil Jabar Jl. Cikutra No. 276 Bandung, Senin (17/2/2020).

Sekretaris ICMI Orwil Jabar Dr. H. Ujang Saefullah, M.Si. mengatakan bahwa dilaksanakannya seminar ini adalah dalalam rangka mensukseskan Program Citarum Harum.

Acara ini menghadirkan narasumber Wahyu Dharmawan (Ketua Harian Yayasan Gree One Go Gren Jaringan WALHI Jabar), Dani Prianto Hadi (Praktisi Teknik Sipil dan Lingkungan), Supardiyono Sobirin (DPLKTS dan Staf Ahli Satgas Citarum Harum), Muhammad Ardhi Elmeidian (Koordinator Praktisi Pengolah Sampah Organik Dapur) dan Mas Hendro Wibowo (KSM Sahabat Lingkungan dari Karawang). Sementara Ir. Kunto Baequni Dip.Ing (Wakil Ketua ICMI Jabar Bidang IT) didapuk sebagai Moderator dalam acara ini.

Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.Ag., mengatakan masalah lingkungan khususnya penanganan limbah cair menjadi perhatian khusus ICMI Jawa Barat.

“Karena dengan limbah cair tersebut akan merusak Air yang dibutuhkan seluruh mahluk hidup, apabila limbah cair tidak ditangani secara serius akan mengancam sumber air yang dibutuhkan seluruh mahluk hidup”, kata Prof. Najib dalam membuka acara.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh nara sumber yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pencerahan kepada para penggiat/aktivis lingkungan,

Prof. Najib berharap hasil dari seminar ini dapat diaplikasikan di lingkungan keluarga dan masyarakat luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh nara sumber yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pencerahan dalam menyampaikan pandangan-padangannya dari berbagi ilmu kepada para peserta khususnya, umumnya kepada masyarakat luas untuk menularkan ilmu yang dipelajari dan dipraktekan untuk mengangani permasalahan lingkungan,” tegas Prof. Najib.

“Hasil dari seminar yang kami selenggarakan ini, semoga dapat diaplikasikan di lingkungan keluarga terlebih dahulu dan setelah dirasakan manfaatnya oleh keluarga baru di tularkan kepada lingkungan sekitar, supaya masyarakat betul-betul menyadari betapa pentingnya memelihara lingkungan hidup terutama dalam mengolah limbah industri rumah tangga,”