Dr. Ismail Rumadan, SH., MH Terpilih Sebagai Ketua Umum  Masika dan Sekjen drg. Ardiyansyah S Pawinru, Sp.Ort. Periode 2020 - 2025

Bandung, Musyawarah Mufakat Pernas Masika ke IX berlangsung di Hotel Preanger Bandung, Sabtu s/d Minggu 21 s/d 22 Agustus 2023 hasil dari Musyawarah Nasional ini terpilih sebagai Ketua Umum Dr. Ismail Rumadan, SH., MH Terpilih Sebagai Ketua Umum Masika 2020 - 2025 (sebelumnya selaku Sekjend Masika ) dan Sekjen drg. Ardiyansyah S Pawinru, Sp.Ort ( sebelumnya sebagai Ketua Masika Sulsel ). Terpilihnya Ismail Rumadan. SH., MH , setelah Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah., M.Si Ketua Umum Masika ICMI periode sebelumnya menyatakan tidak mencalonkan kembali, dalam rangka untuk pembagian Estafet kepemimpinan, memberikan kesempatan kepada yang muda – muda, tegas Dr. Ferri .

Pertemuan Nasional MASIKA ICMI IX / 2021 mengambil tema “ Cendekiawan Muda dan Tantangan Indonesia di Era Revolusi Indistri 4.0” diilaksanakan secara Zoom Meeting dibuka oleh Gubernur Jabar, dihadiri oleh Prof Dr. Jimly Asshiddiqie, (Ketua Umum ICMI Pusat), Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah., M.Si Ketua Umum Masika, ddampingi Sekjend Dr. Ismail Rumadan, SH., MH, dan sebagai tuan Rumah Dr.KH Aep Saefullah,M.Si Ketua Umum Masika ICMI Orwil Jawa Barat, dan Host Hj.Neneng Athiatul Faiziyah, M.I.Kom.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) beradatpasi dengan perkembangan teknologi digital 4.0 yang kian cepat. Pengusaan teknologi digital merupakan bekal penting dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara adidaya pada 2045 seperti banyak diprediksi pakar dunia. Kang Emil berharap jalan menuju impian 2045 harus direalisasikan sejak sekarang, di antaranya oleh kaum intelektual seperti ICMI.

“Mari kita gunakan benchmark kita itu 2045. Supaya 1945 Indonesia merdeka 2045 Indonesia adidaya,” ujar Ridwan Kamil saat membuka secara virtual pertemuan nasional Majelis Sinergi Kalam-Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (Masika -ICMI) dengan tema “Cendekiawan Muda dan Tantangan Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0”, dari Gedung Pakuan Kota Bandung, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Lebih lanjut Kang  Ridwan Kamil  mengatakan revolusi 4.0 hanya akan bersahabat bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital. “Inilah revolusi 4.0 bagi yang siap masuk ke kelompok warna hijau. Bagi yang (warna) merah-merah siap-siap pekerjaannya akan hilang,” ungkapnya.

Kehadiran industri 4.0 dapat ditafsirkan akan banyak jenis pekerjaan manual yang hilang karena yang asalnya dilakukan manusia nanti akan diisi robot dan kecerdasan buatan yang semuanya dilakukan secara digital.

Disrupsi revolusi industri 4.0 telah meluluhlantahkkan semua sektor perekonomian, termasuk katanya 86 juta pekerjaan telah hilang. “Disrupsi ini akan menghilangkan pekerjaan dan menghadirkan pekerjaan. Ada pekerjaan penting tapi mulai turun. Jadi, ada 85 juta pekerjaan yang hilang. Akan lahir juga 97 juta analis data digital hebat, itu semua berkat adanya pandemi COVID-19,” katanya. Agar dapat bersaing, kata Ridwan Kamil, pendidikan karakter dan kepemimpinan amat penting dimiliki setiap individu terutama cendekiawan muda calon penerus bangsa. “Leadership itu adalah skill terpenting dalam era 4.0 karena ia akan mengambil plan a, b, atau c dalam mengambil keputusan. Juga ada communication negotiation skill,” tutup Ridwan Kamil. * (Ocid Sutarsa)