ICMI Orwil Jabar Meminta Kepada Aparat Keamanan Untuk Segera Menindak dan Menangkap  yang Mengatasnamakan Muhamad Kace

 

ICMI Orwil Jabar Meminta Kepada Aparat Keamanan Untuk Segera Menindak dan Menangkap  yang Mengatasnamakan Muhamad Kace

Bandung, Siliwanginews == Ketua ICMI Orwil Jabar Prof. Dr. H. Moh. Najib., M.Ag, meminta kepada aparat keamanan untuk menindak dan menangkap yang mengatasnamakan Muhamad Kace .

Orang tersebut telah melakukan penodaan agama melalui video youtube yang telah beredar, sengaja diedarkan oleh yang bersangkutan, dengan sengaja melakukan pengihanaan agama dan provokasi dengan ujaran – ujaran pelecehan terhadap ajaran agama Islam, melecehkan Nabi Muhammad, melecehkan Al-Quran sebagai kitab suci Ummat Islam, dan melecehkan kaum muslimin.

Kami atas nama seluruh unsur organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se- Indonesia ( ICMI ) Orwil Jawa Barat menyatakan sikap .

1. Mengimani kenabian Muhammad SAW dengan segala tatacara yang diatur oleh ajaran Islam untuk mensucikan beliau dan mengikuti risalahnya adalah bagian dari keimanan Islam. Sehingga dengan demikian melecehkan dan menghina Nabi Muhammad SAW adalah merupakan penghinaan dan pelecehan terhadap Islam itu sendiri.

2. Penghinaan, penistaan, dan pelecehan Agama merupakan tindakan anti Hak Asasi Manusia di mana Kebebasan beragama merupakan bagian penting dari hak dasar kemanusiaan. Maka dengan demikian, penistan agama merupakan tindakan pelecehan terhadap seluruh umat manusia..

3. Mengecam keras segala bentuk publikasi sosok fisik yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW dalam bentuk apapun, baik gambar, foto, karikatur, meme, dan lain-lain dengan alasan apapun, dengan media apapun.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kepada aparat Kepolisian untuk bergerak mengusut kasus ini agar tidak meresahkan umat.

“Ucapannya yang melanggar hukum jika aparat tidak segera menangkapnya khawatir umat Islam akan menampakkan kemarahannya” tegas Prof Najib.

Mohamad Kece yang melontarkan narasi yang dibangunnya berpotensi tinggi memecah belah kerukunan umat beraga dan merusak ingrasi bangsa, pungkas Prof. Najib.** ( Ocid Sutarsa )